Ku Yakin

Perhatian! Tulisan ini mengandung kata dengan makna sangat dalam. Pastikan pemikiran anda sudah dewasa. Terima kasih.




Ku yakin setiap orang bisa berubah… ketika ia melemah. Tak ada pijakan yang kuat bagi dirinya. Ia terpuruk. Larut dalam kesendirian hingga putus asa. Tapi ia tidak mengakhiri nafasnya. Mungkin keadaan yang membuatnya bertahan. Atau situasi. Atau mungkin alam. Yang jelas ia tetap melanjutkan hidup meski berada di titik terbawah putaran roda sekalipun. Ia masih ada. Entah karena  keyakinannya. Atau karena ia tidak tahu mengapa.

Ku yakin setiap orang bisa berubah. Ketika apa yang diinginkannya gagal tercapai. Ia tidak lagi merasakan semangat itu. Semangat yang timbul dari sebuah tujuan yang ingin digapainya. Bertahun-tahun… hal yang dia impikan lenyap seketika. Hangus bahkan tak berbekas. Menguap begitu saja. Tanpa menyisakan sedikitpun ruang baginya untuk menikmati setitik kebanggaan. Semu… yang dia kemudian sadar itu semua semu. Entah itu pelariannya atau memang demikian adanya. Yang jelas ia mulai meresapi.. menerima keadaan itu meskipun mungkin menyakitkan. Menyisakan luka yang tak gampang terobati.

Ku yakin orang-orang kan berubah. Ketika lingkungannya tak lagi nyaman. Apa yang ia cari tidak ada, tidak ditemukannya. Ia hanya terduduk.. termangu dalam hayalan yang tak kunjung berhenti. Hingga ia jenuh.. bosan… yah… tidak ada lagi yang ia cari. Bahkan harapan pun ia merasa tidak mengenalnya lagi. Terasa asing… bahkan terkadang aneh. Ia hanya melongo menyaksikan kebiasaannya terdahulu tanpa bisa berkata-kata. Ia tidak lagi merasakan sensasi itu… lepas… semuanya tanpa batas… tapi ia tak merasa gelora sedikitpun. Mungkin datar.. tapi itulah yang dirasakannya. Entah perasaan itu normal atau tidak… tapi nyatanya ia mengalaminya.

Ku yakin tiap orang kan berubah… ya… tiap orang berhak untuk berubah dan punya tenggang waktu untuk itu. Kematian tak bisa menghentikannya, karena kematian hanya akan membunuh badannya. Tapi jiwanya tetap memiliki kesempatan itu. Ia tak akan hancur oleh bara.. tak hilang oleh hembusan angin… tak kan larut dalam derasnya air bah sekalipun. Tidak ada ketakutan baginya. Tak ada yang perlu dibuktikan, karena dia berubah bukan untuk orang lain. Namun ia berubah karena memang ia merasa itu perlu untuk dirinya. Tak ada paksaan. Tak ada pantangan. Tak ada batasan. Semuanya mengalir begitu saja bersama hari-harinya yang tak pernah ia rancang atau bayangkan sebelumnya. Ia hanya merasakan kenyamanan… yah… untuk sementara setidaknya. Ia akan demikian adanya.

Dan berubahlah jika kau merasa perlu untuk itu. Kebenaran ada di tanganmu, karena kebenaran tercipta bersama akal pikiran manusia yang mengatasnamakan Tuhan yang ia sendiri pun tak mengenalnya. Semua yang ia lakukan terkadang memaksa, mengintimidasi, bahkan menjerumuskanmu dalam ketakutan yang tak mendasar. Kita tidak salah hanya karena kita tak biasa. Kita tak salah hanya karena kita tak menuruti kemauan orang lain. Hidup ini tak sebatas melakukan sebuah perintah dan kau akan mendapat surga. Dan benarkah surga itu ada? Entahlah… yang ku tahu aku merasakan keindahan ketika kita semua saling mengerti.. memahami tanpa menyakiti orang lain, tanpa memaksakan kehendak. Jadi buat apa bertele-tele dengan sebuah cara yang tak pasti yang kemudian mengungkung diri semakin dalam?

Tapi itu kembali ke dirimu, karena yang tahu dirimu adalah kamu. Dan aku berusaha mencari jalanku. Jalan yang ku rintis dan mengikis seketika. Tak ku wariskan jalan ini, karena jalan ini hanya perlu dilalui oleh kesadaran. Tidak perlu dicari… tidak perlu kau buru dengan hasratmu. Karena semuanya hanya sia-sia. Tak kan menghasilkan apa-apa. Justru hanya akan menyiksamu dengan bayang-bayang semu. Bergeraklah jika kau perlu melakukannya. Dan diamlah jika kau perlu melakukannya. Karena diam pun salah satu gerakan yang menjadi pilihanmu. Intinya semuanya akan bermuara kepada satu makna… apakah makna itu? Kau akan menemukan jawabannya dengan caramu sendiri.


Penulis: